Yup, jika pada
postingan yang lalu penulis membahas mengenai investasi, maka pada postingan
kali ini penulis akan membahas mengenai pengenalan saham. Langsung saja kita
mulai sebelum tulisan di postingan ini bertambah banyak (kidding).
Saham merupakan tanda
kepemilikan atau tanda penyertaan modal dari individu atau institusi terhadap
suatu perusahaan. Dengan kata lain, jika kita membeli saham suatu perusahaan
maka kita otomatis akan menjadi pemilik perusahaan tersebut dan kita juga
berhak untuk mendapatkan dividen (pembagian keuntungan perusahaan) tiap tahun
jika ada. Return yang diberikan saham sendiri sangatlah menggiurkan dan sudah banyak orang yang terbukti sukses dalam berinvestasi saham. Sebagai contoh kita bisa lihat Warren Buffet, yang sekarang menjadi orang kaya nomer 3 di dunia dan pada tahun 2008 pernah menjadi orang terkaya di dunia (wew contohnya langsung besar ya). Di Indonesia sendiri kita mengenal Lo Kheng Hong, investor yang disebut-sebut sebagai Warren Buffet Indonesia ini kabarnya sudah memiliki aset sebanyak 2,5 Triliun setelah 26 tahun berinvestasi. Gimana, udah kebayang kan berapa yang bisa kita hasilkan dari saham?
Ya meskipun investasi saham sangat menguntungkan, faktanya jumlah investor di negeri ini hanya sekitar 400 ribu orang atau hanya sekitar 0,2% dari jumlah penduduk Indonesia (asumsi jumlah penduduk Indonesia adalah 200 juta orang). Bagi masyarakat
indonesia, instrumen investasi yang paling menarik saat ini mungkin adalah
properti karena harganya yang disebut-sebut akan terus naik (padahal bisa juga
turun). Investasi saham sendiri memiliki beberapa kelebihan dibandingkan
properti, diantaranya adalah:
- Saham lebih likuid daripada instrumen properti. Likuid disini artinya lebih mudah dicairkan dibanding properti. Jika kita membeli properti saat ini, kita tidak dapat menjualnya besok, karena proses jual beli properti memerlukan waktu yang agak lama. Dan kalaupun kita ngotot untuk menjualnya dengan cepat, biasanya harga properti tersebut akan diinjak/diturunkan secara habis-habisan, kadang bisa sampai puluhan persen di bawah harga beli. Hal ini sangat berbeda dengan saham, misal kita membeli saham di pagi hari, maka kita bisa juga menjualnya di sore hari terlepas nilai saham kita naik atau tidak.
- Modal untuk saham lebih kecil dibandingkan investasi properti sehingga memudahkan kita untuk belajar. Hanya dengan ratusan ribu kita sudah dapat membuka rekening saham. Bahkan ada beberapa broker di indonesia yang tidak menetapkan biaya minimun untuk pembukaan rekening, contohnya broker penulis sendiri (penulis masih mahasiswa jadi investasi mulai dari modal kecil). Hal ini sangat berbeda dengan properti yang membutuhkan dana besar untuk memulainya, sehingga apabila kita rugi maka rugi kita langsung besar. Memang benar ada metode untuk membeli properti tanpa modal, tetapi untuk melakukannya kita membutuhkan pengetahuan yang tidak sedikit.
Nah, penulis sudah
menyebutkan 2 kelebihan saham dibandingkan properti, Sudah tertarik bukan untuk
mulai berinvestasi saham? Ingatlah, waktu terbaik untuk memulai adalah kemarin,
sedangkan waktu terbaik nomer dua untuk memulai adalah sekarang. Jadi tunggu
apa lagi?